Patrickzuco's Blog











{Januari 7, 2010}   Oki Vs Pasha Ungu

Baca entri selengkapnya »



indosiar.com, Jakarta – Inilah gambar rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK), yang kini menjadi heboh di masyarakat. Di rapat yang berlangsung di lantai 3 Departemen Keuangan, Jumat 21 November 2008 inilah, keputusan mengucurkan dana talangan sementara bagi Bank Century dibuat.

Menurut Sekretaris KKSK Raden Pardede, rapat yang dipimpin Ketua KKSK Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan ini, dihadiri lebih dari 30 orang, walaupun di daftar hadir, sebagaimana tertuang di notulen rapat, hanya tertera 16 orang.

Boediono hadir selaku Gubernur Bank Indonesia waktu itu, bersama dewan Gubernur BI yang lain. Adapun Marsilam Simanjuntak, hadir sebagai Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Reformasi (UP3R).

Rapat ini kini menjadi buah bibir. Adalah anggota Pansus Century DPR dari fraksi Partai Golkar, Bambang Susetyo yang membuka masalah, ketika pada rapat pansus Jumat tiga hari lalu, mengaku mendapatkan bukti rekaman, di mana pada rapat itu, menurutnya, terekam hubungan telepon antara Ketua KKSK Sri Mulyani dan Robert Tantular, Direktur Utama Bank Century.

Karena rapat pansus membahas siapa saja yang akan dipanggil, Bambang minta Robert Tantular dimasukkan dalam daftar yang akan mereka panggil.

Usai rapat, Bambang kepada wartawan mengakui, alasan ia mengusulkan pemanggilan Robert Tantular, karena terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Sri Mulyani.

Pernyataan Bambang Susetyo ini, kontan menjadi santapan media keesokan harinya, yang ujung-ungnya membuka perseteruan lama dua sosok, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, yang selama ini, publik tak banyak yang tahu.

Sejumlah sumber menyebut, perseteruan keduanya dipicu 4 hal, saat keduanya berada di dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid pertama, di mana Aburizal saat itu menjabat sebagai Menko Kesra, sedang Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan.

Persoalan, berkisar kiprah bisnis group Bakrie, baik pertaruhan hidup mati perusahaan batubara miliknya, PT Bumi Resource TBK di lantai bursa, banjir lumpur gas di lahan pengeboran PT Lapindo Berantas di Sidoarjo, Jawa Timur, juga saat group bisnis ini hendak membeli saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara.

Heboh kasus Bank Century, di mana Sri Mulyani terlibat di dalamnya, dianggap banyak kalangan, menjadi momentum Aburizal menembak balik Sri Mulyani.

Terlebih kader pilihannya, Idrus Marham, berhasil didudukkan sebagai pimpinan pansus, analisa ini tentu saja dibantah Idrus.

Lepas dari bantahan Idrus itu, pernyataan Bambang Susatyo, bak bola liar, terus menggelinding kemana-mana, dan makin tak terkendali, hingga Wakil Presiden Boediono yang ikut disebut, Sabtu dua hari (12/12) lalu merasa perlu mengklarifikasi, terutama terkait tuduhan adanya pembicaraan telepon Sri Mulyani dan Robert Tantular.

Menurut Boediono, keberadaan Robert Tantular di gedung Departemen Keuangan itu, saat nasib bank-nya ditentukan hidup matinya, tak masalah karena sudah merupakan standar kerja Bank Indonesia, dan sudah berjalan sejak dulu.

Tapi bagi Bambang Soesatyo, keberadaan Robert Tantular di tempat itu tidak lazim dan melanggar etika perbankan.

Sikap percaya diri Bambang Susatyo, agaknya telah membuat Sri Mulyani mulai kesal. Kemarin, dengan menghadirkan semua peserta rapat KKSK ketika itu, ia mengundang wartawan untuk mengklarifikasi semua tuduhan, khususnya soal rekaman telepon ia dan Robert Tantular, sebagaimana dituduhkan Bambang Susatyo.

Perang kata-kata, perang argumen antara Sri Mulyani dan para kader Golkar ini, agaknya sulit mencapai titik temu. Kedua pihak sama-sama memiliki dasar dan bukti kuat untuk argumentasi masing-masing. Sri Mulyani agaknya mulai melirik jalur hukum untuk menyelesaikan ini. Ia merasa nama baiknya telah tercemar, bahkan ia melihat indikasi adanya upaya pembunuhan karakter atas dirinya. Tidak hanya Bambang Soesatyo yang akan dia bidik, tapi juga pihak pembocor rekaman tersebut.

Bambang, menyatakan tak gentar atas rencana Sri Mulyani menempuh jalur hukum. Bahkan kemarin, kepada wartawan, ia mengumumkan telah menyiapkan pengacara Egy Sujana dan Farhat Abbas, untuk mendampinginya. Jika ini benar-benar terjadi, masyarakat kembali menjadi saksi, siapa sebenarnya yang salah dalam masalah ini. Tapi lepas dari perseteruan ini, masyarakat tentu berharap, esensi masalah Bank Century tidak terabaikan, bahwa jika benar ada dugaan konspirasi-korupsi, maka kasusnyapun harus diungkap tuntas.(Tim Liputan/Ijs)



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.