Jakarta - Kematian Gus Dur masih menjadi perbincangan hangat. Berbagai sisi pun dikupas tentang latar belakangnya. Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) juga berusaha mengungkap sisi misterius kematian Gus Dur. Tokoh paranormal, budayawan, advokat dihadirkan untuk membedah sisi misterius mantan ketua umum PBNU ini.
“Malam satu Suro saya melakukan ritual dan saya sudah tahu kalau bakal ada tokoh nasional yang meninggal,” ujar paranormal Ki Gendeng Pamungkas di Sekretaris Bendera Jl Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/1).
Namun, Ki Gendeng mengaku, dalam ritualnya dia tidak memperoleh, gambaran siapa tokoh nasional yang akan meninggal tersebut. “Soal siapanya saya belum tahu, itu urusan sang Khalik,” tambahnya.
Selain itu, Ki Gendeng pun meyakini bila Gus Dur juga memiliki paranormal yang dekat dengan dia. Sayangnya Ki Gendeng tidak menjelaskan untuk tujuan apa paranormal tersebut. “Sepengetahuan saya, setiap presiden punya paranormal termasuk Gus Dur, itu pasti. Tapi saya tidak tahu siapa-siapanya” akunya.
Dalam diskusi ini, disinggung pula soal wasiat Gus Dur yang menyerempet politis. Adalah Sri Bintang dan Ridwan Saidi, yang menuturkannya. Gus Dur, memberikan wasiat kepada 30 tokoh dalam pertemuan tanggal 4 Desember 2009 di kediaman mantan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno (Mbah Tardjo), Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta. “Pesannya dua, turunkan SBY dan gantikan dengan pemerintahan baru,” ujar Ridwan dengan nada serius.
Kabarnya, sebelum wafat Gus Dur sempat melakukan pertemuan pada 4 Desember. Dalam pertemuan itu, Gus Dur menyampaikan sikap politiknya terkait dengan Century. Budayawan Ridwan Saidi mengaku, dirinya mendengar cerita tersebut karena berada dalam tempat yang sama saat pertemuan berlangsung.
Ridwan mengatakan, selain bercerita soal aib-aib Presiden SBY, Gus Dur juga bercerita tentang Bank Century, sejarah dan ada juga pernyataan politik Gus Dur soal skandal Century. “Sikap politik Gus Dur saat itu, kita harus mengganti pemerintahan SBY dan membentuk pemerintahan yang baru. Tapi Gus Dur tidak menjawab siapa pengganti SBY nanti,” kata Ridwan menirukan pernyataan Gus Dur.
Sebelumnya, dalam SMS yang diterima Adik Gus Dur, Gus Sholah dari nomor HP 081399013730 menyebutkan, “gus dur DIBUNUH! 30/12 Pk 18.050 WIB SElang oksigen gus dur dicabut paksa! pembunuhan terkait pertemuan gusdur tgl 4 des di jl denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT! (SEBARKAN).
Aktivis Sri Bintang Pamungkas, membenarkan adanya pertemuan 4 Desember itu. Menurut Bintang, pertemuan itu digelar di Jl Denpasar yang merupakan rumah politisi senior PDIP Soetardjo Soerjogoeritno (Mbah Tardjo). “Itu pertemuan di rumah Mbah Tardjo tanggal 4 Desember di jalan Denpasar. Waktu itu acaranya farewell party. Karena malam itu malam terakhir Mbah Tardjo,” ujar Sri Bintang Pamungkas sembari menambahkan, dalam pertemuan itu Gus Dur sempat menceritakan soal aib-aib dari Presiden SBY.
Sri Bintang mengakui, adanya sebuah pertemuan pada 4 Desember 2009 di rumah sesepuh PDIP Soetardjo Soerjogoeritno yang dihadiri oleh Gus Dur. “Dalam pertemuan itu Gus Dur berpesan, orang itu (SBY) harus dihentikan dan kita harus membentuk pemerintahan baru,” beber adik kandung Sri Edi Swasono ini.
Menurut Bintang, dirinya yang hadir dalam pertemuan tersebut ikut mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan oleh Gus Dur. “Itu merupakan pertemuan politik dia yang terakhir,” kisah penulis buku ‘Saya Musuh Politik Soeharto” ini. Salah satu faktor yang diungkapkan Gus Dur, lanjut Bintang, adalah pemerintahan SBY dinilai tidak menjalankan amanat rakyat dan percaya takhayul.
Namun secara terpisah, adik kandung Gus Dur, Lily Wahid menaytakan tidak yakin Gus Dur meningal dibunuh. Pesan singkat yang beredar luas mengenai isu pembunuhan Gus Dur, hanya mengganggu ketenangan Kakaknya. “Nggak lah, nggak usah ditanggapi. Saya yakin persis tidak ada (pembunuhan) itu. Gus Dur dibunuh bagaimana, orang beliau sakit parah. Beliau itu sudah seminggu 3 kali cuci darah, jadi nggak benar isu itu, saya bantah itu, karena tim dokter juga kita tanya,” sangkalnya.
Menurut Lily Wahid, Gus Dur telah meninggal dunia dalam keadaan damai dan tenang, sehingga tidak perlu lagi dipersoalkan mengenai kematiannya. “Biarkan Gus Dur beristirahat dengan damai dan tenang, jangan menyimpulkan seperti itu,” harap adik kandung Gus Dur.
Sementara itu, untuk meluruskan SMS tentang kematian Gus Dur tidak wajar, maka adik kandung Gus Dur, Salahudin Wahid (Gus Sholah) meminta Tim Dokter untuk menjelaskan. Pengasuh pondok pesantren Tebuireng, Jombang ini meminta agar tim dokter yang selama ini menangani Gus Dur melakukan jumpa pers menjelaskan kronologi kematian kakaknya secara gamblang. (Jakartapress)
______________________________
“…Bisa Saja Gus Dur Mati Diracun”
Jakarta, RMOL. Spekulasi mengenai penyebab kematian Abdurrahman Wahid, mantan presiden keempat RI, masih menjadi pembicaraan.
Sekelompok aktivis yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) meminta agar pihak Istana menjelaskan kunjungan Presiden SBY ke ruang perawatan Gus Dur di RS Cipto Mangunkusumo pada Rabu petang (30/12), sesaat sebelum Gus Dur dinyatakan meninggal dunia. Kalau hal ini tidak dijelaskan, maka spekulasi mengenai penyebab kematian Gus Dur akan berkembang ke arah yang dapat merugikan.
Dalam jumpa pers di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, (Minggu, 3/1) salah seorang aktivis Geram, Eggy Sudjana meminta agar penyebab kematian Gus Dur segera diumumkan.
“Pihak Istana dan RSCM harus menjelaskan kematian Gus Dur dengan memperlihatkan bukti visum. Juga harus dijelaskan mengapa CCTV dimatikan saat SBY menjenguk. Bisa saja Gus Dur mati diracun,” kata Eggy.
“Tetapi kita tidak bisa menuduh. Makanya, pihak Istana harus memberi keterangan soal kedatangan SBY. Bisa saja Gus Dur terperanjat melihat SBY datang dan jantungnya berhenti. Kemungkinan-kemungkinan seperti ini yang harus diklarifiakasi,” sambung Eggy. (Rakyat Merdeka) Baca entri selengkapnya »
