Gus Dur Bakal Pecahkan Rekor Gelar Pahlawan
Berbagai pihak mendukung sepenuhnya jika Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diberi gelar Pahlawan Nasional. Jika hal tersebut terwujud, maka Gus Dur merupakan orang ketiga dalam Bani Hasyim yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

SURABAYA – Berbagai pihak mendukung sepenuhnya jika Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diberi gelar Pahlawan Nasional. Jika hal tersebut terwujud, maka Gus Dur merupakan orang ketiga dalam Bani Hasyim yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Hal ini bisa menjadikan Bani Hasyim memiliki rekor fantastis, dengan memiliki tiga Pahlawan Nasional dalam tiga generasi berturut-turut.
Demikian pendapat Wakil Wali Kota Surabaya, Arif Afandi, di Gedung Dinas Pendidikan Surabaya, Jalan Jagir Surabaya, Senin (04/01/2010).
“Mungkin juga rekor dunia, karena belum ada dalam sejarah dalam satu keluarga mendapat gelar Pahlawan Nasional tiga generasi berturut-turut. Pertama KH Hasyim Asya’ari (Pendiri NU), kedua KH Wahid Hasyim (Ayahanda Gus Dur yang pernah menjabat Menteri Agama) dan ketiga Gus Dur (mantan Presiden RI keempat),” katanya.
Arif mengungkapkan, SK 3 Menteri, di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri, telah melepaskan diksriminasi pendidikan yang puluhan tahun menimpa warga NU, kebanyakan dari mereka mengenyam pendidikan Madrasyah, atau sekolah agama.
“Mereka warga NU dapat diterima di sekolah umum meski berlatar belakang pendidikan agama, sebab saat ini sudah banyak jumlahnya kaum profesional yang berasal dari kalangan pesantren,” ungkap Arif, yang juga mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surabaya periode 2010-2015 ini.
Gagasan-gagasan Gus Dur tentang kenegaraan dan wacana humanitas, bisa menjadi inspirasi banyak orang. “Peran Beliau di berbagai lapisan masyarakat ini, harus kita akui membawa nama NU menjadi besar dan semakin dikenal luas,” imbuhnya. Baca entri selengkapnya »
Surabaya Bank Jatim Sesumbar Juara Livoli 2010
Senin, 28 Desember 2009 – 21:32 wib
<!–// –>
JAKARTA – Surabaya Bank Jatim ingin mempertahankan status juara bertahan di Liga Bola Voli (Livoli) Divisi Utama 2010. Mereka bertekad akan tampil optimal saat kejuaraan itu berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), 10-17 Januari mendatang.
Menurut Manajer Surabaya Bank Jatim Johanes Koento, pihaknya optimistis akan mempertahankan gelar yang direbut sebelumnya. Apalagi, dia melihat anak didiknya berlatih keras menghadapi kejuaraan tersebut.
Optimisme pihaknya bertambah setelah spiker Maya Kurnia Indri kembali bergabung usai membela Indonesia di SEA Games (SEAG) 2009 Laos. “Dengan kembalinya Maya membuat kekuatan kami semakin kuat. Saya yakin tim ini akan berhasil mewujudkan target tersebut,” ujarnya, Senin (28/12/2009).
Johanes pun tak mempermasalahkan jika timnya tak akan diperkuat Pelatih Huang Mian Cheng yang memutuskan pulang ke China. Sebab, pihaknya telah mengontrak pelatih lokal berpengalaman Mashudi menangani Rianita Panirwan dkk.(Edi Yulianto/Koran SI/msy) Baca entri selengkapnya »
Saat ini PP PBVSI sudah mengantongi 22 nama pemain putra dan putri yang dinominasikan akan menghuni pelatnas dan telah menyerahkan nama-nama tersebut ke KONI Pusat. “Namun, jika di Proliga yang akan bergulir pada 16 Junuari mendatang penampilan mereka di bawah formnya atau masih ada pemain yang lebih baik PP akan kembali melakukan perubahan,” ujar Kabid. Binpers PP PBVSI, Heyser, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Libero asal Jawa Barat Usep Suparman masih akan bersaing ketat dengan dua calon lainnya asal Surabaya Samator. Di atas kertas, menurut Heyser, Usep jelas lebih kenyang pengalaman. Di ajuga mencatatkan prestasi yang baik dengan menyandang dua kali predikat libero terbaik pada ajang Proliga 2004 dan 2006 saat membela Tectona Bandung. “Kita lihat nanti permainan mereka di Proliga. Siapa yang terbaik akan direkrut masuk pelatnas,” tuturnya
Menurut Heyser, di kelompok putra memang hampir setengah pemain diambil dari pemain Surabaya Samator, yang memiliki pembinaan putra terbaik. Terlebih lagi Pelatnas nanti akan dipusatkan di markas Samator.
Untuk kelompok putri, pemain-pemain langganan pelatnas masih akan masuk nominasi seperti Susanti Martalia dan Yulianingsih. Ada juga beberapa nama pemain junior yang masuk, seperti Maya Kurnia Indri yang kini membela Bank Jatim, setelah tahun lalu sempat berlabuh di Bogor Prayoga.
Sementara itu, Proliga musim ini akan digelar di delapan kota. Surabaya akan menjadi menjadi kota pembuka dan penutup turnamen. Sedangkan Bandung dan Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk partai reguler, all star, dan grand final. Sementara lima kota lainnya, Gresik, Palembang, Yogyakarta, Jember, dan Solo akan menjadi tuan rumah untuk final four.
Mengenai persaingan tim, Direktur Proliga Hanny Surkatty menuturkan, tahun ini dipredikasi akan ramai. Karena kekuatan kini tidak lagi bersarang pada satu tim. “Musim ini persaingan rata, karena banyak pemain yang pindah klub. Jadi tidak bisa diprediksi tim mana yang kuat. Tim baru seperti Bank Sumsel pun bisa diperhitungkan, karena meskipun tim baru, namun mereka diperkuat oleh banyak pemain bintang, seperti tiga pemain pindahan dari P2B Sananta, Brian Alfianto, Andri, dan Koko Prasetyo,” tuturnya. (A-161/A-26).***
Proliga
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||